Berapa Formula Kemenangan Dibutuhkan Anak

Ketika merefleksikan kembali kehidupan ayah kaya dan ayah miskin saya, saya menyadari bahwa yang satu lebih sukses daripada yang lain karena dia memiliki formula kemenangan atau formula untuk berhasil yang lebih banyak.

Baru-baru ini seorang teman saya, Adrian, menelepon untuk meminta nasihat saya. Dia bekerja di sebuah perusahaan besar selama bertahun-tahun jam digital masjid sampai akhirnya terkena perampingan perusahaan pada awal 1990-an. Karena tidak takut dan selalu ingin memulai bisnis sendiri, Adrian membeli sebuah waralaba agen perjalanan dengan tabungannya dan uang pesangon dari perusahaannya yang dulu.

Ketika dia sudah mengerti dan menguasai bisnis itu, maskapai penerbangan mulai memotong komisi yang mereka bayarkan atas tiket yang dijual para agen perjalanan. Tiba-tiba, bukannya mendapat US$800 komisi atas tiket, maskapai penerbangan membayar dia dengan harga umum yang kurang dari US$100 dan bahkan turun sampai US$50. Akibatnya, dia harus menghadapi kenyataan untuk menutup agen perjalanannya, tapi kali ini dia tidak mempunyai tabungan dan tidak akan menerima uang pesangon dari perusahaannya sendiri. Dia mau menjual waralabanya, tapi nilainya sudah sangat berkurang akibat turunnya pemasukan dari maskapai penerbangan.

Saya yakin salah satu alasan Adrian bekerja keras dalam hidup adalah bahwa dia tidak mempunyai cukup formula kemenangan untuk menyiapkan dirinya untuk jangka panjang hidupnya. Adrian bukan satu-satunya orang yang saya kenal yang terus-menerus bekerja keras karena dia kekurangan formula kemenangan. Ada banyak orang yang berhasil baik di sekolah tapi tidak memiliki formula kemenangan yang cukup untuk berhasil baik dalam hidup.

Bab berikut ini ditulis untuk orangtua agar menyiapkan anak-anak mereka dengan formula kemenangan yang cukup untuk berhasil dan menang dalam permainan hidup.
Anak Anda Membutuhkan Sedikitnya Tiga Formula Kemenangan
Ada tiga formula kemenangan utama yang dibutuhkan seorang anak untuk belajar demi kesuksesan profesional dan finansial kelak dalam hidup mereka:

Menemukan Formula Kemenangan Anak Anda untuk Belajar # Heading

Teman saya Adrian berhasil baik di sekolah karena dia orang yang cepat belajar dan menikmati sekolah. Bagi Adrian, membaca menulis, dan aritmatika itu perkara mudah. Dia melaju ke perguruan tinggi dan menerima gelar sarjana kesenian.

Karena dia berhasil baik di sekolah, dia menyukai sekolah dan itu adalah pengalaman positif. Karena pengalaman sekolahnya positif, saya jam digital masjid merekomendasikan agar dia menutup agen perjalanannya dan kembali ke sekolah untuk mempelajari sebuah formula profesional baru yang unggul. Dia pun kembali ke sekolah, pada umur tiga puluh tiga tahun, dan mengumpulkan cukup banyak kredit sehingga bisa masuk ke sekolah hukum.

Adrian adalah sebuah contoh yang mengilustrasikan maksud ayah saya mengenai formula belajar yang unggul untuk orang yang berbeda. Walaupun formula belajar Adrian yang unggul bermanfaat baginya, barangkali formula itu tidak bermanfaat untuk saya. Saya tidak menyukai sekolah, dan saya ragu-ragu jika saya akan kembali ke bangku pendidikan formal sebagai murid.