Tugas orangtualah

Tugas orangtualah untuk mengamati dan mendukung anaknya untuk memilih formula yang paling bermanfaat baginya. Jika si anak tidak berhasil baik di sekolah, berusahalah lebih cermat tanpa menekan si anak dan dukunglah dia untuk menemukan cara-cara belajar yang paling baik untuknya.

Jika anak anda berhasil baik di sekolah dan menyukai sekolah, bersyukurlah. Biarkan mereka merasa unggul dan menikmati penga' laman mereka. Jika mereka tidak menyukai sekolah, buatlah mereka tahu bahwa mereka tetap anak jenius, dan mendorong mereka untuk menemukan cara-cara belajar mereka sendiri dalam sebuah sistem yang hanya mengakui satu macam jam digital masjid kejeniusan. Jika mereka dapat belajar melakukan itu, mereka akan memperoleh keterampilan pendidikan yang luar biasa untuk menghadapi dunia nyata, sebuah dunia yang menuntut multi-kejeniusan untuk bertahan hidup. Dan ayah saya mendorong saya untuk melakukan hal itu. Dia mendorong saya untuk menemukan cara-cara belajar saya sendiri, meskipun kenyataannya saya membenci apa yang saya pelajari. Itu adalah pelatihan besar untuk kehidupan nyata.

Bagaimana Menjadi Seorang Siswa Profesional## Sub Heading

Saya juga memperhatikan bahwa acap kali orang berhasil baik di sekolah karena rasa takut bila nantinya mereka tidak akan dapat bertahan hidup. Anak-anak belajar bahwa mendapatkan nilai dan ranking yang bagus adalah cara mereka yang terbaik untuk bertahan hidup. Jadi mereka memperoleh keterampilan bertahan hidup yang disebut sebagai ”mendapatkan ranking yang baik”. Sekalipun ini baik selama masa muda mereka, masalah akan muncul ketika mereka semakin tua dan barangkali perlu meninggalkan keterampilan itu dan mencari keterampilan lain untuk bertahan hidup keterampilan yang dituntut untuk menghadapi dunia nyata.

Saya menduga bahwa anak-anak yang belajar bertahan hidup dengan berhasil baik di sekolah dapat dengan mudah menjadi siswa profesional, dan sebagian mungkin tidak pernah meninggalkan sistem itu-sebagian menjadi doktor, mencari keamanan lewat kedudukan/ jabatan tetap. Ayah saya yang pandai menyadari bahwa dia berada di jalur karier ini sampai keluarga kami menderita sakit dan dia dipaksa memasuki dunia nyata. Dia berkata, ”Memang mudah untuk tetap tinggal di dalam tembok-tembok pendidikan jika kamu membutuhkan bangunan pendidikan itu untuk melindungi dirimu dari dunia nyata.“

Persepsi-diri yang Terkikis# Heading

Saya telah mengatakan bahwa utang dan kurangnya rasa aman finansial dapat mengikis persepsi-diri finansial seseorang. Dengan kata lain, jika jam digital masjid anda mempunyai terlalu banyak kemunduran finansial, atau merasa terjebak oleh kebutuhan anda akan pekerjaan dan keterjaminan upah, kepercayaan-diri finansial anda bisa sangat terguncang Hal yang sama dapat terjadi pada anak-anak secara akademis, jika mereka kerap dicap tidak sepandai orang lain. Jika bukan karena dukungan ayah saya, saya sudah akan meninggalkan sekolah karena tidak seorang pun suka dibuat merasa bodoh.

Saya tahu bahwa saya tidak bodoh. Saya tahu saya bosan dan tidak tertarik pada pelajaran yang diajarkan di sekolah. Meskipun demikian, jeleknya nilai saya di sekolah tetap mengikis persepsi-diri akademik saya.