Untunglah ayah saya

Untunglah ayah saya yang pandai melindungi saya selama masa-masa sulit dalam hidup saya itu. Sekalipun saya mendapatkan ranking yang buruk, bahkan sangat jelek, dia tetap meyakinkan saya bahwa saya pandai dalam cara-cara saya sendiri dan bahwa saya perlu menemukan jam digital masjid cara cara belajar saya sendiri supaya bisa bertahan di sekolah. Jika bukan karena cintanya dan kebijaksanaan akademisnya, saya pasti sudah drop out dari sekolah, sakit hati, marah, dan merasa rendah diri di hadapan mereka yang berhasil baik di sekolah. Dengan kata lain, jika bukan karena ayah saya yang pandai, saya sudah akan mening. galkan sekolah dengan belajar formula seorang pecundang.

Para Guru Pun Menipu

Kebanyakan orangtua sadar bahwa nilai-nilai tes/ujian menurun, dan tekanan bagi para pendidik untuk menaikkan nilai-nilai ujian itu menjadikan para guru korban. Tekanan itu menyebabkan para guru menipu. Di pinggiran kota Maryland yang makmur, seorang kepala sekolah mengundurkan diri karena dituduh menipu. Edisi Newsweek 19 Juni 2000 memuat sebuah artikel berjudul, ”Bila Para Guru Adalah Penipu”:
Musim semi kali ini telah menjadi musim yang memalukan untuk sekolah negeri. Bulan lalu, di pinggiran kota Maryland, seorang kepala sekolah SD mengundurkan diri setelah para orangtua mengeluh bahwa anak-anak mereka dibimbing untuk memberikan jawaban-jawaban yang benar dalam tes negara bagian. Di Ohio, para pejabat negara bagian menyelidiki tuduhan penipuan di sekolah dasar Columbus yang baru-baru ini dipuji oleh Presiden Clinton karena naiknya jam digital masjid nilai-nilai tes. Dan di kota New York, lebih dari empat dosen dan pengurus dari 30 sekolah dituduh memaksa para murid mereka untuk menipu pada berbagai tes kota dan negara bagian yang distandarisasi.

Buruk rasanya bila anak-anak dikeluarkan karena berbuat curang. Tetapi ketika tahun sekolah berakhir, tidak sedikit guru dan kepala sekolah dituduh mengatur angka-angka pada tes-tes yang sangat penting yang menentukan segala sesuatu mulai dari apakah seorang anak mendapat promosi untuk seluruh anggaran tahunan distrik.

Artikel itu melanjutkan:

Masalahnya adalah nilai-nilai tinggi-bukan standar tinggi-telah menjadi Piala Suci.
Di sebagian wilayah negara ini, para pendidik mendapat bonus sampai sebanyak US$25,000 jika mereka bisa menaikkan nilai-nilai murid mereka. Di tempat lain, para pejabat sekolah dapat kehilangan pekerjaan mereka jika murid-mutid mereka tidak menghasilkan angkaangka yang baik.

Artikel itu juga menyatakan bahwa sekolah-sekolah sekarang mengajar anak-anak untuk menempuh tes daripada memperoleh pendidikan yang solid. Dengan kata lain, para guru lebih berfokus pada memberikan jawaban pada para murid sehingga mereka dapat lulus tes dengan nilai lebih tinggi, bukan pada pendidikan yang lebih baik.

Menurut beberapa ahli, jenis ”mengajar untuk tes“ ini merupakan ancaman yang jauh lebih serius daripada penipuan terang-temngan. Renzulli menyebutnya kurikulum ”menjejalkan, mengingat, menumtahkan”, sebuah versi baru dari membaca, menulis, dan berhitung. ”Isinya omong kosong,” kata Linda McNeil, profesor pendidikan di Rice University dan penulis Contradictions of Scholl Reform: The Educational Cost: of Standardized Tests. Di Texas, dia mengatakan, sebagian anak menghabiskan waktu berbulan-bulan tanpa melakukan apa pun kecuali menyiapkan diri untuk tes.