Kakek saya diharuskan menjadi dokter

Kakek saya diharuskan menjadi dokter, tetapi dia melarikan diri ke Hawaii, sehingga memutuskan rantai itu. Walaupun kakek saya bukan seorang dokter medis, diharapkan agar ayah saya akan melanjutkan ke sekolah kedokteran, tetapi dia pun memutuskan rantai itu.

Ketika saya bertanya pada ayah saya mengapa dia tidak menjadi dokter, dia mengatakan, ”Ketika aku duduk di SMU, aku mulai bertanya-tanya mengapa begitu jam digital masjidbanyak teman sekelasku tiba-tiba hilang dari sekolah. Suatu hari, temanku ada di sana, dan keesokan harinya dia sudah pergi lagi. Aku menjadi curiga dan mulai bertanya pada pengurus sekolah.

Aku segera mengetahui bahwa perkebunan gula dan nanas mempunyai tuntutan agar sisrem sekolah menggagalkan sedikitnya 20 persen anak-anak imigran dari Asia. Itulah cara perkebunan untuk memastikan bahwa mereka mempunyai sebuah pasokan tetap para pekerja kasar yang tak terdidik. Darahku mendidih ketika aku mengetahui hal itu, dan semenjak itulah aku memutuskan untuk memasuki bidang pendidikan daripada kedokteran. Aku ingin menjamin sistem itu memberikan kesempatan pendidikan yang baik bagi setiap dan masing-masing anak. Aku bersedia melawan bisnis besar dan pemerintah untuk menjamin bahwa setiap anak mempunyai kemungkinan pendidikan yang paling baik.”

Ayah saya berjuang untuk mengubah sistem itu seumur hidupnya dan akhirnya kalah dalam usahanya itu. Menjelang akhir hidupnya, dia diakui sebagai salah satu dari dua pendidik paling hebat dalam 150 tahun sejarah pendidikan negeri di Hawaii. Meskipun dia disegani oleh orang-orang di dalam sistem itu karena keberaniannya, sebagian sangat besar dari sistem itu tetap tidak berubah. Seperti saya katakan, sistem tersebut didesain untuk bertahan hidup ketimbang jam digital masjid untuk berubah. Ini tidak untuk mengatakan bahwa sistem itu tidak bermanfaat bagi banyak orang. Sistem itu telah melakukan tugas luar biasa untuk sekitar 30 persen orang yang berhasil baik dalam sistem itu.

Masalahnya adalah, sistem yang sekarang ini diciptakan ratusan tahun yang lalu pada Abad Pertanian-masa sebelum ada mobil, pesawat, radio, televisi, komputer, dan internet. Sistem ini gagal untuk mengikuti perubahan teknologi dan sosiologi. Sistem ini lebih kuat daripada seekor dinosaurus, ia sekuat buaya. Itu sebabnya, ayah saya tekun dalam membimbing pendidikan anak-anaknya di rumah. dengan sering kali mengatakan kepada kami, ”Ranking yang baik tidak sepenting menemukan kejeniusan kalian.” Dengan kata lain, setiap anak belajar secara berbeda. Adalah tanggung jawab orangtua untuk tekun mengamati cara-cara belajar yang paling baik dari setiap anaknya-dan kemudian mendukung si anak untuk mengembangkan formula kemenangannya sendiri untuk belajar.

Kapan saja saya melihat bayi, saya melihat si jenius muda yang sangat antusias untuk belajar. Beberapa tahun yang lalu, kadang-kadang saya melihat si jenius muda itu bosan di sekolah, bertanya-tanya mengapa mereka dipaksa mempelajari hal-hal yang mereka rasa tidak relevan.

Banyak murid melaporkan bahwa mereka merasa terhina karena disamaratakan pada mata pelajaran yang sama yang tidak menarik minat mereka dan kemudian akhirnya dicap pandai, tidak begitu pandai, atau malah bodoh. Seorang anak muda berkata pada jasa seo semarang saya, ”Bukannya saya tidak pandai. Saya cuma tidak tertarik Coba katakan pada saya mengapa saya harus meminati mata pelajaran itu dan bagaimana saya dapat menggunakannya dalam hidup saya, mungkin dengan itu saya mau mempelajarinya.”

Masalahnya lebih dari sekadar ranking atau nilai buruk.