Sebagai seorang anak kecil

Sebagai seorang anak kecil, saya tidak mengerti apa yang sedang ia coba lakukan. Saya hanya tahu bahwa menurutnya membeli empat rumah hijau, menjualnya, dan kemudian membeli satu hotel merah adalah gagasan yang sangat penting. Dengan terus-menerus melakukan permainan itu bersama ayah kaya saya, memperlakukannya sebagai sesuatu yang penting dan bukan sekadar permainan anak-anak yang konyol, saya mulai mengubah cara berpikir saya. Saya mulai mempunyai cara pandang yang berbeda. Lalu suatu hari, ketika kami mengunjungi bankirnya, pikiran saya mengalami https://jamnesia.net/ perubahan. Sejenak saya bisa memandang ke dalam pikiran ayah kaya dan melihat dunia yang dilihatnya. Saya melihat melalui cermin.

Perubahan Persepsi Diri

Perubahan mental terjadi ketika saya ikut menghadiri sebuah pertemuan ayah kaya dengan bankir dan agen real estatnya. Mereka membahas beberapa detail, menandatangani beberapa dokumen, ayah kaya menyerahkan selembar cek kepada bankir, dan kemudian ia diberi serenceng kunci oleh agen real estat. Saya tiba-tiba mengerti bahwa ia baru saja membeli satu lagi rumah hijau. Setelah masuk ke dalam mobil ayah kaya, bankir, agen real estat, ayah kaya, Mike, dan saya berkendara ke properti itu untuk memeriksa rumah hijaunya yang baru. Dalam perjalanan, saya mulai menyadari bahwa saya benar-benar melihat dalam dunia nyata apa yang saya lakukan saat bermain Monopoli. Setelah keluar dari mobil, saya melihat ayah kaya berjalan menaiki tangga teras rumah, memasukkan kunci ke dalam lubang pintu, memutarnya, mendorong pintu sampai terbuka, melangkah masuk, dan mengatakan, ”Ini milikku.”

Seperti sudah saya katakan, saya paling cepat belajar dengan melihat, menyentuh, merasa, dan melakukan. Saya tidak bisa belajar hanya dengan duduk, mendengarkan, membaca, dan mengerjakan tes tertulis. Ketika saya memahami hubungan nyata antara permainan Monopoli, rumah hijau kecil, dan rumah yang baru dibeli ayah kaya, pikiran dan dunia saya berubah karena persepsi saya terhadap diri sendiri berubah. Saya bukan lagi seorang anak miskin yang berasal dari keluarga yang mengalami kesulitan keuangan. Saya menjadi seorang anak kaya. Persepsi diri saya berubah. Saya tidak lagi berharap jadi kaya. Dalam jiwa saya, saya mulai mengetahui dengan penuh keyakinan bahwa saya kaya. Saya kaya karena saya mulai melihat dunia melalui mata ayah kaya.

Ketika melihatnya menulis selembar cek, menandatangani beberapa dokumen, dan mengambil kunci, saya memahami hubungan antara permainan Monopoli, tindakannya, dan rumah hijau kecil itu. Saya berkata kepada diri sendiri, saya bisa melakukan hal ini. Ini https://sekaliklik.id/jam-digital-masjid/tidak terlalu sulit. Saya tidak perlu otak yang encer (pandai) untuk menjadi kaya. Saya bahkan tidak membutuhkan nilai-nilai bagus. Saya merasa Seperti melewati cermin dan memasuki dunia lain. Tapi memasuki dunia ini juga menimbulkan beberapa masalah dengan dunia yang Saya tinggalkan. Saya telah menemukan formula kemenangan saya, Suatu formula yang unggul. Ini adalah sebuah formula yang membutuhkan formula kemenangan dalam hal belajar, profesional, dan finansial. Ini adalah sebuah formula yang akan saya terapkan seumur hidup saya. Pada saat itu, saya tahu saya akan menjadi kaya. Tidak ada keraguan dalam diri saya. Saya memahami permainan Monopoli. Saya menyukai permainan Monopoli. Saya melihat ayah kaya memainkannya dengan uang sungguhan, dan jika ia bisa melakukannya, saya tahu saya juga bisa melakukannya.