Mengembangkan komersia lisasi

Hal itu mendorong pembagian rezcki atau pembagian tingkat nafkah yang semakin terus mengecil dan menimbulkan kemiskinan meluas di pedesaan. Dengan mengacu teori involusi pertanian, Weber dan Mus Asyarie mengungkapkan bahwa industrialisasi pedesaatn mengarah pada involusi. Menurut mereka involusi industripedesaan terjadi karena kecenderungan kecenderungan sebagat ikut Pertama meskipun keanekaragaman dalam hasil cor logam semakin luas, namun cara produksi cenderung masih menggunakan teknoloyi tradisional Kedua, industrialisasi pe- desaan berkembang ke arab polarisasi Mayoritas industri berskala kecil dan hanya sebagian kecil industri berskala besar Industri ter- sebut melakukan hubungan kerja sub kontraktor dengan industri nasional dan multinasional tetapi masih memproduksi barang barang yang menjadi produkst utama industri kecil Akibatnya produksi perusahaan besar itu mengusai pasar industri cor logam, sedangkan perusahaan kecil tetap Produsen kain batik tidak mampu memperluas pro- duksi dan pemasarannya Ketiga, pendirian usaha tidak didasar kan pada studi kelayakan usaha tetapi lebih didasarkan pada sistem warisan dan imitasi.

Sistem warisan memungkinkan ebuah perusahaan keluarga dapat diperbanyak menjadi dua atau lebth unit usaha tanpa memperhatikan aspek pemasaran. Kaum buruh yang telah mendapatkan keterampilan melalui pengalaman kerja cenderung meninggalkan statusnya sebagai buruh biasa dan melanjutkan profesinya sebagai saudagar cor logam Keempat, terjadinya konflik kebudayaan antara budaya yang dibawa dan berorientasi pada dunia industri dengan budaya yang dibentuk oleh lingkungannya yang agraris Empat faktor tersebut mencipta- kan pertumbuhan ke dalam, terjadi ketika peningkatan jumla tenaga kerja dan saudagar yang terlibat dalam sektor indus tidak disertai peningkatan pendapatan Ketidakseimbangan antara pertumbuhan kelompok yang terlibat dengan hasil yang dicipta kan cenderung mengurangi produktivitas sampai tingkat tidak menarik lagi dengan mendorong pembagian rezeki kepada pembagian tingkat nafkah yang semakin rendah bagi semuanya Kebiasaan membagi hasil, sektor ekonomi yang relatif stagnan dengan jumlah partisipan yang selalu meningkat, perkembangan bersifat involutif merupakan sumber kemiskinan, stagnan, dan kemacetan dalam pembangurian Tesis involusi menganggap meluasnya kemiskinan di diakibatkan oleh budaya berbagi kemiskinan mengandung Scott membuktikan bahwa tekanan kolonialisme Barat Mengembangkan komersia lisasi pertanian telah merusak tata hubungan agraris tradısional dan mengakibatkan krisis ekonomı subsistensi petanu di Asia Tenggara.

Studi Scott menunjukkan kelemahan mendasar dari teori involusi yaitu tidak mengkajı secara mendalam pergulatan antara buda ya ekonomı komersial yang berorientasi pada perkembangan produksi dengan budaya ekonomi komersial yang berorientasi pada pemenuhan konsumsi beserta implikasinya firma dan bazar yang bersifat dikotomı Ekonomi tipe firma di mana industri dan perdagangan dilakukan melalui serangkaian pranata sosial yang tak bersıfat pribadi, yang mengorganisasi berbagai pekerjaan yang bertalia n dengan tujuan produksi dan Produsen kain batik distribusı tertentu, maka ekonomi pasar tipe firma berdasarkan kegiatan-kegiatan dari sejumlah pedagang yang saling bersaingan yang hubungan satu sama lain dengan jalan pertukaran seca ad hoc yang sangat besar jumlahnya.

Pada kesempatan lain Geertz32 mengajukan tesis ekonomi Sebaliknya bazar sebagai pranata produksı, distribusi dan penjualan secara terpadu menjadi pranata ekonomi bazar yang komprehensif Mekanısme ekonomi yang mengatur arus barang dan jasa tersebut yaitu, a) Sistem harga luncur yang cenderung memusatkan perhatian pedagang pada masing-masing transaksi dua orang yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dan bukan mencari pelanggan yang tetap b) Neraca yang kompleks dari hubungan-hubungan kredit yang diselenggarakan dengan hati-hati c) Pembagin risiko dan laba yang sangat ekstensif Pembagian tipe ekonomı firma dan bazar tersebut mengandung roblematik, yaitu menggunakan pendekatan ekonomi formal di mana tempat transaksi penjual-pembeli selalu terjadı di pasar Demikian pula bersifat dikotomis membagi tipe ekonomı bazar dan firma yang berkembang sendiri-sendiri secara terpisah.