Hubungan Jenis Kelamin Anak

Sebuah penelitian ilmiah di London, Inggris, pada tanggal 23 Mci 2005, menyebutkan bahwa sepasang suami istri yang menginginkan anak laki-laki untuk dilahirkan istrinya, kemungkinan besar terkabul jika salah satu dari pasangan tersebut beralih profesi pada pekerjaan “Maskulin,” misalnya bidang akuntansi dan insinyur.

Demikian juga sebaliknya, jika pasangan suami istri yang menghendaki anak perempuan, kemungkinan bisa terkabul jika mercka mempunyai pekerjaan di bidang yang memberikan “perhatian penuh,” misalnya guru, perawat, dan terapis.

Kesimpulan dari hasil penelitian tcrhadap 3.000 orang obat penyubur kandungan dari berbagai profesi ini, dilakukan di London School of Economics yang dipublikasikan dalam majalah The Journal of Theoretical Biology. Sccara keseluruhan dalam populasi warga Inggris, lahir 105 anak laki-laki bersamaan 100 anak perempuan. Namun menurut perhitungan yang dilakukan oleh ahli peneliti Satoshi Kanazawa, bagi kelompok pasangan yang salah satunya memiliki pasangan pekerjaan sejenis “yang bersifat sistemasi,” perbahdingan perbedaan antara anak laki-laki dengan anak perempuan sebesar 140 anak laki-laki per 100 anak perempuan. Pasangan yang salah satunya memilih profesi sebagai perawat, maka berbandingan akan sebesar 135 anak perempuan terhadap 100 anak laki-laki.

Hubungan Jenis Kelamin Anak Dengan Profesi Orang Tua

Kanazawa memperkirakan, mereka yang memilih profesi ahli fisika dan ahli matematik, kemungkinan akan menjadi orangtua berjender laki-laki. Sementara seorang ahli terapi dan seorang pembawa acara talk show, akan cenderung memiliki keturunan berjender perempuan.

Hasil penelitian tersebut tidak mengungkapkan mengapa fenomena tersebut terjadi, tetapi seorang pakar psikologi evolusi mengatakan bahwa hal itu terj adi karena anak-anak dari salah satu pasangan yang pekerjaannya bersifat “yang menyangkut sistemasi” akan membuat pasangan wanitanya memiliki lebih banyak hormon testosteron pada rahim mereka, sehingga jender anak laki-laki lebih besar dari jender anak perempuan.

Belakangan ini semakin banyak kita obat penyubur kandungan mendengar pasangan suami istri yang mengeluh tentang sulitnya mereka mendapatkan keturunan. Mungkin zaman dulu karena komunikasi belum secanggih sekarang jarang kita dengar pasangan suami istri sulit punya anak. Tetapi saat ini karena canggihnya teknologi komunikasi, baik media cetak maupun media elektronik, berita-berita apapun mudah kita ketahui.

Beberapa tempat praktek dokter kandungan banyak sekali dikunjungi pasangan suami istri yang telah lama menikah tetapi belum dikaruniai anak. Di antara pasangan tersebut ada yang telah 15 tahun berumah tangga tetapi belum juga mendapat momongan. Dari jumlah pasangan yang belum mendapat keturunan tersebut, banyak yang mempunyai kendala yang berkaitan dengan hubungan suami istri. Tetapi ada juga pasangan yang dinyatakan dokter sama-sama sehat, dan tidak ditemukan kendala apapun, tetapi mereka juga belum diberi ketumnan.