Bisa kita lihat dari sebuah kisah berikut ini

Bisa kita lihat dari sebuah kisah berikut ini. Terdapat dua orang bersaudara yang tinggal di sebuah kota. Sang adik bernama Soni sedangkan kakaknya bernama Toni. Keduanya dibesarkan dengan pola asuh yang sama. Sang ayah rupanya seorang penjudi, pemabuk dan sering menyia-nyiakan anak istrinya.

Kehidupan keluarga itu pun sangat terpengaruh. Akibat sang ayah yang sering judi dan mabuk-mabukan itu otomatis perekonomian keluarga menjadi terganggu. Kini setelah keduanya dewasa, terdapat perbedaan yang mencolok dalam kehidupannya Sang kakak Toni hidupnya kini terpuruk, dia sedang dirawat di ruang rehabilitasi pecandu narkoba. Sang adik Soni hidupnya kini nyaman Arief Risman 63

eduanya dikunjungi oleh seorang teman jasa seo surabaya yang sangat akrab denga uanya, terdapat nuansa yang berbeda. Toni berkata seperti ini "aku menjadi begini yaa tahu sendirilah. Bagaimana bisa baik jika aku dibesarkan oleh ayah yang penjudi dan pemabuk." Sedangkan di sisi yang lain, Soni memberikan kata-kata dengan makna yang berbeda. Soni berkata, "aku sadar dan terima sepenuhnya bahwa ayahku memang seorang penjudi dan pemabuk, aku merasakan kepedihan bagaimana ibuku dan kami anak-anaknya hidup susah karenanya. Namun dari situ, aku bertekad untuk tidak memiliki sifat dan kebiasaan seperti ayahku.

Aku harus mampu mengubah kondisi ini menjadi lebih baik. Aku harus belajar dan terus mengasah kemampuanku sehingga akan membuat hidupku berkualitas." Kata- kata bijak yang diucapkan Soni memang telah menggiringnya ke arah tindakan yang lebih produktif. Berkata-kata bijak mampu dan tenteram karena memiliki bisnis yang lumayan besar.

Keti menentukan kualitas hidup seseorang Terdapat sebuah penelitian yang saya saksikan sendiri dari sebuah video bagaimana sebuah kata-kata bisa memengaruhi emosi seseorang. Dari emosi tersebut berikutnya akan menentukan tindakan yang akan dilakukan.

Penelitian ini melibatkan dua orang gadis kembar identik yang memiliki kesamaan sifat, hobi, dan banyak persamaan lainnya. Dalam penelitian ini, dua orang kembar identik tersebut di satu pagi diberikan perlakuan yang berbeda. Orang pertama diberikan musik yang ceria, film humor, dan kata- kata positif. Orang kedua diberikan musik yang sedih, film drama sendu, dan kata-kata yang tidak kondusif. Para ahli menyatakan bahwa dalam otak ada zat serotonin yang memengaruhi suasana hati manusia.

Zat serotonin ini akan diproduksi oleh orang toko jam digital masjid di Jakarta yang melilhat, mendengar, atau membaca sesuatu yang membuatnya senang dan tenang. Zat serotonin tida akan muncul malah akan menjadi berkurang karena mendapatkan rangsangan yang tak membahagiakan atau rangsangan yang 64 Masih Perlukah Berkata Bijalk?

membuatnya tidak nyaman. Untuk menguji hasil penelitian ini, digunakan cara dengan melihat dua orang kembar identik ini berjalan-jalan ke mal dan disuruh untuk berbelanja. Hasil penelitian menunjukan bahwa di sore hari itu, suasana hati, dan tingkah laku kedua orang yang kembar identik ini menunjukan sesuatu yang berbeda.

Orang pertama yang diberikan musik dan film ceria serta kata-kata positif menunjukan suasana hati yang nyaman. Hal ini dibuktikan dengan tas belanjaannya yang banyak, bukan untuk dirinya sendiri, malah juga untuk saudara kembarnya, ia ingat dan langsung membelikannya. Orang kedua yang diberikan musik dan film sedih, lalu kata-kata yang tidak positif ternyata menunjukan suasana hati yang murung dan tak bersemangat.