Menurutmu perempuan itu mempunyai gagasan

”Menurutmu perempuan itu mempunyai gagasan ekonomi baru dan temanmu mempunyai gagasan ekonomi lama?” tanya Kim.

Saya mengangguk. ”Kita bahkan bisa menghilangkan kata ekonomi itu. Katakan saja perempuan itu mempunyai gagasan baru, dan teman saya masih berjalan berdasarkan gagasan yang dia kembangkan di SMU dulu. Mereka hanya terpaut beberapa tahun, tetapi gagasan si perempuan itu baru tidak orisinal, tetapi baginya itu baru, segar, dan menggairahkan, jadi dia kelihatan baru dan menyegarkan. Gagasan teman saya tidak baru, tidak orisinal, dan dia telah berpegang jam digital masjid pada gagasan itu selama empat puluh tahun, sejak kami masih bocah.”

”Jadi orang tidak menjadi usang. Gagasan-gagasan merekalah yang bisa menjadi usang.”

”Ya. Kelihatannya memang begitu. Gagasan-gagasan mereka, lebih khusus lagi formula kemenangan mereka menjadi usang,” jawab saya. ”Dia bangun dan pergi bekerja, tapi bukannya menjadi anak hebat yang baru di kota, penggerak dan pengguncang baru dengan gagasan-gagasan baru, dia sekarang malah menjadi orang tua dengan gagasan-gagasan tua, dan dia baru berumur lima puluh tahun. Masalahnya adalah, dia sudah tua dan usang sepuluh tahun yang lalu, dan dia tidak mengetahuinya. Dia masih beroperasi dengan formula kemenangan lama yang sama, dan masalahnya adalah bahwa dia tidak mau mengubah formulanya. Sekarang dia berkeliling kota dengan resume di tangan, bersaing untuk mendapatkan pekerjaan dengan anak-anak yang seumur anak-anaknya.”

“Jadi nasihat “Pergilah ke sekolah, raihlah ranking yang bagus' dan dapatkan pekerjaan yang bagus’ adalah nasihat yang baik ketika dia masih bocah,” kata Kim, ”tetapi itu adalah nasihat yang buruk baginya saat dia dewasa.”

”Dan masalahnya adalah, dia terjebak oleh formula kemenangannya dan tidak mengetahuinya,” saya menambahkan dengan lembut. ”Dia tidak menyadari bahwa nasihat baiknya di masa lalu adalah nasihat buruk di masa sekarang, karena itu masa depannya suram.”

”Terjebak dan tidak mengetahuinya?” tanya Kim.

”Itu terjadi pada ayah saya pada umur lima puluh tahun. Nasihat 'Petgilah ke sekolah agar kelak mendapatkan pekerjaan, adalah nasihat bagus baginya ketika dia anak-anak. Itu formula hebat. Dia mendapat ranking yang bagus, dia mendapatkan pekerjaan yang bagus, dan dia naik ke puncak. Tetapi kemudian formula itu berhenti bekerja dan efeknya pun mulai menurun.”

”Dan dia tetap memakai formula yang sama,” kata Kim.

”Dia tidak hanya terus memakainya semakin kurang berhasil formula itu baginya, dia semakin tidak aman, dia semakin memberi tahu orang lain untuk jam digital masjid mengikuti nasihatnya-yakni formulanya-sekalipun formula itu sudah tidak berhasil lagi baginya.”

”Semakin kurang berhasil formula itu baginya, dia semakin memberi tahu orang lain untuk mengikuti nasihatnya?” kata Kim pelan, seolah bicara pada dirinya sendiri.

”Aku kira dia mandeg di dua tempat,” kata saya. ”Dia mandeg dalam apa yang tidak bekerja lagi, dan dia frustrasi dan capai namun dia maju terus. Dia mandeg dalam masa lalu, sewaktu dalam hidupnya formula itu memang berhasil. Dan karena formula itu berhasil di masa lalu, dia ingin meyakinkan dirinya bahwa sekarang pun dia melakukan hal yang benar.”