Kajian jaringan hubungan relasional

perdagangan, permintaan barang dagangan dan sirkulasi uang melalui jaringan pertukaran di pasar internasional. Sejalan dengan pemikiran tersebut Polanyi8 mengungkapkan perkembangan mode produksi gilda, putting out system, pabrikan dan manufaktur meningkatkan lembaga-lembaga ekonomi dan meningkatkan jaringan perdagangan lokal meluas sampai ke jaringan dagangan jarak jauh (internasional) per Jaringan hubungan produksi dan distribusi internasional pabrik batik solo dalam kajian Wallerstein° berlangsung melalui pembagian kerja ekonomi internasional kedalam core (pusat), semi periphery (semi pinggiran) dan peryphery (pinggiran).

Pusat merupakan kawasan geografis yang mendominasi ekonomi dunia. Kawasan pinggiran terdiri dari kawasan yang menyediakan bahan baku bagi pusat dan dieksploitasi oleh pusat. Semi pinggiran merupakan kawasan spesifik yang tak dapat dikategorikan kedalam kawasan pusat atau pinggiran. Semi pinggiran merupakan kawasan yang dieks- ploitasi pusat dan yang mengeksploitasi pinggiran. Jaringan hubungan produksi dan distribusi antara pusat dengan pinggiran berlangsung secara tidak seimbang. Pusat senantiasa mendominasi dan mengontrol pinggiran. Surplus ekonomi yang dihasilkan oleh pinggiran diambil alih oleh pusat untuk akumulasi kapital.

Ada kecenderungan-kecenderungan besar dalam jaringan h ubungan produksi dan distribusi antara pusat, semi pinggiran dengan pinggiran berlangsung melalui produksi mekanísasi, komodifikasi faktor produksi, eksploitasi tenaga kerja dan ekspansi pasar. Perkembangan mekanisasi meliputi meningkatnya teknologi maju, terutama mesin untuk produksi. Tingkat komodifikasi faktor produksi berkembang ketika tanah, tenaga kerja, teknologi dan kekuatan produktif lainnya laku di pasaran dan meningkatkan nilai tukar. Eksploitasi tenaga kerja terjadi ketika pekerjaan mulai dinilai dengan upah. Surplus ekonomi tenaga kerja diambil alih oleh pemilik alat-alat produksi untuk kepentingan akumulasi kapital. Ekspansi pasar berlangsung dalam sistem perdagangan yang didominasi oleh kekuatan industrial dari pusat meluas ke semi-pinggiran sampai pinggiran.

Dalam pandangan neo Mandan Frank masalah keter belakangan ekonomi bukan masalah negara-negara berekembang itu sendiri secara terpisah-pisah, melainkan masalah yang terkait dengan jaringan hubungan ekonomi internasional. Negara-negara maju telah berhasil menciptakan struktur dependenoi di negars negara berkembang. Perkembangan ekonomi negara-negara ber kembang tergantung kepada perkembangan dan ekspanoá ekonomi dari negara-negara maju Keterbelakangan di negara- negara berkembang merupakan akibat dari imperalisme ekonomi negera-negara maju. Jaringan hubungan ekonomi negara-negara maju dengan negara-negara berkembang mengkon-disikan ter- bentuknya lapisan comprador, yaitu elite di negara-negara bet- kembang yang berperan sebagai broker dalam jaringan hubungan ekonomi pusat-pinggiran tersebut.

Kajian jaringan hubungan relasional antara aktor-aktor ekonomi pusat, semi pinggiran dan pinggiran dalam level mikro menggunakan analisis jaringan sosial Dalam perspektif Granovetter analisis jaringan sosial berdasar dari suatu mikiran bahwa tindakan ekonomi disituasikan secara sosial dan mengakar ke dalam jaringan sosial Jaringan sosial merupakan. rangkaian hubungan relasional atau inter relationship antar elemen dalam suatu sistem. Clyde" menegaskan jaringan sosial sebagai konsep analitis tidak hanya dilihat dari rangkaian hubungan pabrik batik solo relasional saja, melainkan juga dilihat bagaimana karakteristik sosial dari hubungan-hubungan relasional yang ada dapat digunkan untuk menginterprestasikan tindakan sosial dari orang orang yang terlibat didalamnya.

Untuk menginterprestasikan tindakan sosial dari anggota- anggota yang terlibat dalam jaringan sosial, Burt) menggunakan pendekatan kultural daalam jaringan sosial. Pendekatan ini mempunyai asumsi bahwa keterlibatan individu-individu yang ada di dalam suatu jaringan sosial tidak hanya seorang melainkan banyak orang. Sifat hubungan yang ada pada individu mungkin terdapat pada individu lain seperti kepercayaan, persepsi, sikap yang dilakukan individu terdapat pada invidu lain.